Judul Buku   : Daddy-Long-Legs
Penulis           : Jean Webster
Tebal Buku    : 200 Halaman
Penerbit         : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2017

Sinopsis
Buku berbahasa Inggris karya Jean Webster ini mengisahkan seorang anak panti asuhan John Grier Home bernama Jerusha Abbott yang mendapatkan beasiswa beserta pesangon untuk menjadi seorang penulis dari seorang pria misterius berkaki panjang yang selama ini telah menjadi donatur di tempatnya.
Sebagai imbalannya, ia harus menulis surat setiap bulan mengenai kehidupan dan progresnya di universitas kepada Mr.John Smith. Nama tersebut hanyalah nama samaran si pria berkaki panjang, dan hanya dikirim melalui sekretarisnya yang bernama Mr.Griggs, serta tidak akan mendapat surat balasan.
Jerusha Abbott yang kegirangan kerap kali mengirimkan lebih dari satu surat tiap bulan dan berisi curhatan pribadinya. Ia menceritakan suasana hatinya, kawan-kawan terdekatnya, apa yang ia beli dengan uang pesangonnya, dan siapa saja yang ditemuinya, seperti bercerita kepada orang tuanya sendiri.
Singkat cerita, salah satu kawannya, Julia Pedleton, suatu hari dikunjungi oleh pamannya yang bernama Jervie Pedleton. Mr.Jervie memiliki perawakan tinggi seperti Mr.Smith dan hanya terpaut usia 14 tahun dengan Jerusha. Hari-hari berlalu dan mulai timbul perasaan spesial diantara keduanya, namun Jerusha menolak untuk dinikahi karena khawatir akan identitasnya yang hanya seorang anak panti.
Tiba-tiba Mr.Jervie menghilang karena sakit. Jerusha yang kesepian mencoba membujuk orang tua angkatnya untuk bertemu, dan permintaan itu dikabulkan karena kebetulan Mr.Smith juga tengah sakit. Jerusha sangat kegirangan karena akan bertemu orang tua angkat yang selama ini membiayai sekolahnya untuk pertama kali. Dan tanpa disangka-sangka, ternyata Mr.John Smith atau yang ia panggil dengan nama Daddy Long Legs adalah Mr.Jervie, lelaki yang memiliki tempat di hatinya selama ini.

Kelebihan
Novel ini ditulis dengan alur yang cukup mudah untuk dipahami. Jalan ceritanya yang misterius mengundang rasa ingin tahu pembaca terhadap tokoh yang kerap diceritakan oleh tokoh utama. Selain itu, novel ini juga memuat banyak amanat, beberapa diantaranya adalah agar senantiasa menyukuri kehidupan dan keadaan kita juga berprasangka baik terhadap segala kejadian maupun orang-orang yang kita temui selama ini.

Kekurangan
Kekurangan novel ini adalah sedikit sulit dipahami oleh orang yang belum terlalu mahir dalam berbahasa asing khususnya Inggris karena memuat banyak kosakata yang biasanya hanya digunakan dalam bahasa pergaulan. Disamping hal tersebut, mayoritas cerita dalam novel ini adalah surat-surat si tokoh utama, sehingga sedikit monoton dan membosankan. Mungkin akan lebih baik jika kerap diselingi penjelasan dari penulis sebagai orang ketiga serba tahu.http://library.uny.ac.id

Comments